Besan SBY Akui Rp 100 Miliar Dibagi ke Eks Pejabat BI & DPR
Arfi Bambani Amri – detikNews
foto:Ari Saputra/detikcom
Jakarta – Bak durian runtuh saja, 5 mantan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan sejumlah anggota DPR menikmati Rp 100 miliar uang rakyat dengan cuma-cuma. Itulah pengakuan besan SBY yang merupakan Ketua Panitia Sosial Kemasyarakat (PSK) Aulia Pohan yang membagi-bagikan uang itu.
“Kepada Sudrajat Djiwandono sebesar Rp 25 miliar, Iwan R Prawiranata Rp 13,5 miliar, Paul Sutopo Rp 10 miliar, Heru Supratomo Rp 10 miliar, Hendro Budiarto Rp 10 miliar,” ungkap Aulia Pohan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (16/7/2008).
Total 5 eks pejabat itu menikmati Rp 68,5 miliar. Lalu sisa uang lainnya dialirkan ke DPR terkait kasus BLBI dan diseminasi amandemen UU BI.
“Rp 15 miliar untuk BLBI. Rp 16,5 miliar itu untuk diseminasi intensif pengawasan dan isu-isu amandemen Undang-undang BI,” kata mertua Agus Baskoro Yudhoyono itu.
“Diberikan cuma-cuma tanpa ada kewajiban untuk mengembalikan?” tanya hakim Moerdiono.
“Betul, Pak,” kata Aulia yang sudah berusia 63 tahun itu.
Uang Rp 100 miliar itu dibagi melalui Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) yang struktur pengurusnya diisi pejabat-pejabat BI. Aulia Pohan duduk sebagai Dewan Pengawas YPPI. Kemudian untuk melegalisasi pengeluaran sebesar itu, Dewan Gubernur BI memutuskan pembentukan Panitia Sosial Kemasyarakatan yang diketuai Aulia.
(aba/ptr)
Setiap bulan, gaji gw dipotong gede-gedean sama Pemerintah Indonesia. “Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya”, begitu kata orang Kantor Pajak. Tidak bermaksud apa-apa, tapi tiap bulan potongan pajak gw sampe Rp. Xjt-an, jelas jumlah yang sangat besar sekali. Pengorbanan waktu yang seharusnya dipakai untuk keluarga yang dipakai bekerja lembur memang diganjar uang OT di kantor gw, tapi sekali lagi, Pemerintah Indonesia main sunat atas hasil kerja gw. Bangsat!!!
Pajak untuk Pemerintah Indonesia bisa menyamar dalam berbagai bentuk. BPHTB, AJB, IMB, PPN dan segala macam singkatan khas kreasi Pemerintah Indonesia. Beli rumah dengan DP Rp. xxjt, mendapat pajak seharga (+/-) Rp. xxjt. Goblok!!!
Kata Bangsat!!! dan Goblok!!! diatas pada dasarnya hanya merupakan umpatan egois dari seorang warga negara. Hidup menjadi warga negara memang harus kena pajak… toh infrastruktur berupa jalan, sarana sosial-masyarakat, penerangan jalan tol, rel kereta api, subsidi BBM, pemeliharaan warga tak mampu – yang kesemuanya ditanggung pemerintah toh berasal dari pajak. Pajak pada akhirnya dinikmati oleh para pembayarnya.
Apa betul demikian? Pengalaman sehari-hari: lubang-lubang dijalanan tetap sangat banyak dijumpai, semakin hari lubangnya semakin dalam bahkan sampai merenggut korban jiwa (Om Sophan Sofyan – korban yang terkenal aja… biar keliatan, kalo Pak Supri yang disebutin, ntar disangkat tokoh fiktif). Lampu merah – lampu hijau pada gak bener… gila!!! Orang miskin boro-boro dibiayai pemerintah.. gak usah dibahas, liat sendiri aja di jalanan… sarana sosial-masyarakat??? Sekarang gw lagi bikin Akte Kelahiran bwt Aimee, ternyata lama pembuatan tergantung variabel Rupiah yang diberikan: Rp. 75rb jadi sebulan, Rp. 350rb jadi 2 hari. Dasar orang pemerintahan imbisil semua!!!!
Ditambah lagi berita diatas… 100 Miliar?? Gw kerja + lembur sampe umur gw 100 taun juga belum tentu dapet.. lha ini malah dibagi-bagi?? Itu uang rakyat GOBLOKKK.. uang orang2 macem gw yang rajin mencari nafkah sampe mencret-mencret.. yang lu potong gajinya -secara otomatis- tiap bulannya??? yang gara2 beli rumah buat anak istri dan secara tak diduga kena pajak tetek bengek jadi makan mie doang buat sarapan.. gak makan siang di kantor… Tanah air ku Indonesia.. gw ga ada dendam apa-apa sama lu.. Para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia… thanks for all your bleeding contribution..
Tapi…
khusus Pemerintah Indonesia.. F.C.U.K!!!
politisi Indonesia, yang kurus berjanggut panjang maupun yang gendut dengan muka berminyak… F.C.U.K!!!
Mulai hari ini sepanjang umur hidup gw, gw bakal GOLPUT!!!, gw gak sudi melangkah ke TPS hanya supaya kalian bisa makanin hasil kerja keras gw… beli laptop, “study tour” ataupun kawin lagi.. Sumpah, begitu ada kesempatan pindah warga negara.. Gw dengan bangga cabut dari Indonesia!!!
Semoga orang-orang yang Cinta Indonsia, Cinta Tanah Air… lebih banyak jumlahnya daripada orang brengsek macem gw.
Semoga
Recent Comments