Broadband Berkembang Hingga ke Perangkat Rumah Tangga

Warning: Another Narcism :p :p

http://www.antaranews.com/berita/1267873814/broadband-berkembang-hingga-ke-perangkat-rumah-tangga

Sabtu, 6 Maret 2010 18:10 WIB | Iptek | Internet

Bandung (ANTARA News) – Perusahaan telekomunikasi, Ericsson, memprediksi perkembangan penggunaan broadband pesat seiring pengaplikasiannya pada perangkat rumah tangga.

“Penggunaan broadband akan berkembang pesat, terutama penggunaan mobile broadband,” kata Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Arun Bansai, di Bandung, Sabtu.

Penggunaan broadband akan berkembang tidak hanya pada personal computer dan telepon genggam tetapi juga pada peralatan-peralatan pendukung kehidupan manusia.

Atas alasan perkembangan tersebut maka Ericsson memiliki prediksi bahwa 50 miliar perangkat terhubung dengan broadband di dunia pada tahun 2020.

Di tahun 2010, Core and IMS Ericsson Indonesia, Sigit Priyanggoro menyebutkan telah ada empat hingga lima miliar peralatan terkoneksi dengan broadband. Angka itu akan terus bertambah seiring perubahan perilaku konsumen yang menginginkan perangkat mereka terkoneksi.

Tiga hal yang menjadi penyebab konsumen broadband meningkat pesat, ujar dia, manusia membutuhkan kenyamanan untuk menunjang gaya hidupnya, kebutuhan untuk menjadi lebih efisien dalam usaha, serta kebutuhan berpendidikan hingga kesehatan.

Karena itu, menurut dia, telekomunikasi akan merubah industri lain seperti kesehatan, transportasi, media, pemerintah, dan utilitas.

Akibatnya, ada efisiensi dalam pelaksanaan pemerintahan, bisnis baru akan bermunculan, pertumbuhan pesat industri, kehidupan yang berkesinambungan.

“Peralatan seperti kulkas, kompor, mobil, nanti akan terkoneksi dengan telpon pintar kita berkat mobile broadband tadi,” katanya.

Semua itu, membutuhkan teknologi komunikasi bergerak yang memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi.

Long Term Evolution (LTE), menurut dia, menjadi solusi untuk memenuhi hal tersebut, sayangnya pemanfaatannya dalam waktu dekat di Indonesia tidak memungkinkan, mengingat pemerintah belum melakukan pengaturan frekuensi.

“Saya rasa operator siap mengaplikasikan LTE, permasalahannya hanya pengaturan frekuensi saja dan itu menjadi kewenangan pemerintah. Mungkin 2013 itu baru bisa dilakukan,” ungkap dia.

Saat ini, ia menambahkan, perusahaan telekomunikasi ini telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator di dunia, yakni AT&T dari Amerika Serikat (AS), Verizon di AS, TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, MetroPCS di AS, dan DoCoMo di Jepang.(V002/A038)

Advertisements

Penerapan Teknologi 4G/LTE Terkendala Frekuensi

Warning: Narcism Detected :p

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/03/05/19462245/penerapan.teknologi.4glte.terkendala.frekuensi

Jumat, 5 Maret 2010 | 19:46 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com – Jika kini kita mengenal teknologi broadband 3G, sebentar lagi era teknologi Long Term Evolution (LTE) atau yang akan sering disebut 4G akan datang. Kecepatan tinggi dalam berselancar di internet, video call, hingga aplikasi internet di berbagai device dengan lancar bukan impian lagi.

LTE adalah teknologi mobile broadband dengan kecepatan rata-rata 20-40 Mbps dan maksimum 150 Mbps. Teknologi ini akan menjadi teknologi mobile broadband terakhir setelah HSPA Evolution yang kita kenal sekarang ini. Indra dari Ericsson Indonesia mengatakan teknologi LTE memang catatan kecepatannya tidak jauh berbeda dengan teknologi HSPA+ yang berkecepatan sampai 21 Mbps.

“Memang enggak jauh berbeda tapi lebih efisien karena yang 21 Mbps itu susah dicari networknya,” tuturnya di Technology Corner Ericsson Indonesia di Hotel Sheraton Bandung, Jumat (5/3/2010).

Tak hanya bagi pengguna, teknologi ini juga menguntungkan bagi operator karena LTE seperti jalan tol yang mampu memuat apa saja program dan aplikasi yang ada untuk disampaikan kepada pengguna. Dengan sekali investasi, hasil yang diperoleh berkualitas tinggi dan efisien. “Kalau sudah 4G, apapun aplikasi bisa kita masukkan,” tegas Customer Technology Director Ericsson Indonesia Ronni Nurmal.

Ronni menambahkan peluang penggunaan IPTV, serta aplikasi seperti internet banking dan telemedicine akan makin mudah dan cepat.

Masih Terkendala

Saat ini, Ericsson sudah menandatangani kontrak dengan enam operator telepon seluler di dunia untuk LTE, yaitu AT&T, Verizon dan MetroPCS dari Amerika Serikat, Teliasonera dari Norwegia dan Swedia serta DoCoMo dari Jepang.

Di Indonesia sendiri pemerintah menargetkan implementasi telekomunikasi 4G pada tahun 2013. Namun, harapannya masih samar karena frekuensi area 4G sudah dijual pemerintah kepada sejumlah televisi berlangganan.

“Kalau benar-benar mau diimplementasikan, Depkominfo harus menata ulang frekuensi. Televisi berlangganan juga pasti tak mungkin mau begitu saja karena mereka sudah bayar mahal,” tutur Core and IMS Ericsson Indonesia Sigit Priyanggoro.